full screen background image

Saya Orang Kaya, Tapi Indonesia Perlu Perubahan!

MELIHAT banyaknya masalah di Indonesia, politisi anyar Partai Nasional Demokrat (NasDem) Harry Tanoesudibjo menyerukan perubahan. Ia menilai, Indonesia saat ini sudah berada di titik yang tidak lagi dapat ditoleransi.

Hari-Tanoe1 by .

“Saya terjun ke dunia politik didorong keadaan di lapangan bahwa negara kita perlu perubahan. Meski, maaf saya kaya kan, Secara bisnis saya sudah cukup mapan,” ujar Harry saat pelantikan Ormas Pergerakan Restorasi Jakarta, Sabtu (14/1/2012), di Padepokan Pencak SIlat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Indonesia saat ini, lanjut Harry, mengidap berbagai permasalahan hukum, kesehatan dan pendidikan. “45 persen dari bangsa kita, masih berpendidikan SD rendah. Reformasi telah berjalan cukup lama, namun belum bisa mengentaskan masalah pendidikan. Kuncinya adalah perubahan,” ungkap pemilik Grup MNC, RCTI, Global TV, MNC TV, Koran Seputar Indonesia dan lainnya ini.

Tak lupa dalam kesempatan itu, Harry mendorong Pengurus Pergerakan Restorasi Jakarta yang dilantiknya, agar menggerakkan perubahan di Jakarta.
“Pergerakan Restorasi harus jadi lokomotif perubahan dari berbagai permasalahan di Jakarta; sampah, macet, banjir, kriminalitas, narkoba dan lain-lain,” tandas pengusaha media massa ini.

Dalam pidatonya, Harry meminta seluruh fungsionaris Pergerakan Restorasi Jakarta bisa melakukan aktifitas positif bagi warga Jakarta, Partai Nasdem. “Ormas kan punya tujuan yang bermacam-macam. Paling tidak kita memiliki satu unit ormas yang memiliki tujuan baik untuk membangun Jakarta yang lebih baik. Ini penting, karena Jakarta sebagai lokomotif bagi kemajuan bangsa ini,” paparnya.

Lalu apa target ormas Pergerakan Restorasi Jakarta ke depannya? “Sebagai sayap Partai Nasdem, targetnya (Pergerakan Restorasi Jakarta) membantu kemajuan Jakarta, antara lain melakukan penyuluhan, mempercepat perkembangan ekonomi, ikut mengatasi masalah banjir, sampah,” jawab Harry.

Biodata
Harry Tanoesoedibjo lahir di Surabaya, 26 September 1965, adalah seorang pengusaha besar di Indonesia. Harry lulus dengan gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1988 dan gelar Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1989.

Saat ini Harry memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Global Mediacom Tbk (sejak tahun 2002) setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT Bhakti Investama Tbk sejak tahun 1989.

Selain itu, Harry saat ini juga memegang berbagai posisi di perusahaan-perusahaan lainnya, diantaranya sebagai Presiden Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, sebagai Komisaris PT Mobile-8 Telecom Tbk, Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera Global Mediacom dan Bhakti Investama.

Harry juga saat ini aktif sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai seminar dan menjadi dosen tamu dalam bidang Keuangan Perusahaan, Investasi dan Manajemen Strategis untuk program magister di berbagai perguruan tinggi. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Harry menduduki peringkat ke-22 dengan total kekayaan US$ 1,19 miliar.

Harry bergabung dengan Partai NasDem, pada November 2011, ia muncul di acara Rapat Pimpinan Nasional Partai NasDem yang pertama. Di partai tersebut, dia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar. Kabar bahwa Ia masuk ke dunia politik mulai terdengar pada Oktober 2011.

Harry Tanoesoedibjo merupakan adik kandung dari Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.

Harry mempunyai istri bernama Liliana Tanaja Tanoesoedibjo dan memiliki 5 orang anak yakni: (1) Angela Herliani Tanoesoedibjo, (2) Valencia Herliani Tanoesoedibjo, (3) Jessica Herliani Tanoesoedibjo, (4) Clarissa Herliani Tanoesoedibjo, (5) Warren Haryputra Tanoesoedibjo.

Artikel ini diakses melalui kata kunci:
angela herliani tanoesoedibjo,Warren Haryputra Tanoesoedibjo,angela tanoesoedibjo,clarissa tanoesoedibjo,liliana tanaja tanoesoedibjo,valencia herliani tanoesoedibjo,clarissa herliani tanoesoedibjo,liliana tanoesoedibjo,jessica herliani tanoesoedibjo,liliana tanaja
Kok Hua liked this post