full screen background image

Rizal Ramli Desak Pertegas Kriteria Miskin

JAKARTA – Mantan Menko Perekonomian RI Rizal Ramli meminta Bank Dunia, International Labour Organization (ILO) dan United Nations Developmen Programme (UNDP), menyeragamkan standar kemiskinan dan pengangguran di negara-negara anggotanya.

Langkah ini penting guna memberi gambaran yang utuh dan realistis tentang kondisi pengangguran dan kemiskinan di masing-masing negara. Hal itu dikatakan Rizal Ramli saat berbicara pada Programme of the Global Meeting on the Post 2015 Framework of Development, dengan tema Growth, Sturctural, Change and Employment. diselenggarakan di International Conference Hall, Japan International Cooperation Agency Research Intitute, Tokyo, Jepang.

Rizal Ramli sendiri berbicara dari kantor JICA Indonesia melalui fasilitas video conference, di Jakarta, Jumat (18/5). Menurut dia, tidak adanya standar pengukuran kemiskinan dan pengangguran, membuat masing-masing negara mengklaim keberhasilan mereka di dua bidang ini secara subjektif. Hal ini, menurutnya, berdampak pada kebijakan yang diterbitkan tidak pernah menyentuh akar persoalan sehingga tidak efektif dan efisien sementara kehidupan rakyat di negara tersebut tidak kunjung membaik.

Di Indonesia, misalnya, orang bisa disebut tidak menganggur kalau sudah bekerja minimal 1 jam per minggu. Sedangkan orang disebut tidak miskin, kalau bisa hidup dengan uang sekitar Rp7.050 per hari. Dengan angka-angka seperti ini, seolah-olah pemerintah sudah berhasil memerangi kemiskinan dan menekan pengangguran. Padahal faktanya, kemiskinan dan pengangguran masih menghinggapi sebagian besar rakyat Indonesia, tegas Rizal.

Paparan Rizal Ramli itu disampaikan dalam konteks evaluasi Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals/MDGs. MDGs adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), termasuk Indonesia, yang mulai dijalankan pada September 2000. Isinya berupa delapan butir tujuan yang harus dicapai pada tahun 2015.