full screen background image

Percetakan Sawah Dapat Menekan Urbanisasi

Program pencetakan areal sawah baru di daerah pedesaan di kabupaten/kota Provinsi Sumatra Utara, tidak hanya membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat, tetapi juga bertujuan untuk menekan urbanisasi. Selain itu, program tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa, sehingga ke depan petani dapat hidup lebih baik lagi. Tidak seperti sebelumnya sulit untuk berusaha dan mendapatkan pekerjaan.

Jadi, program pemerintah membuka atau mencetak lahan sawah baru di pedesaan itu, banyak bermanfaat dan menguntungkan masyarakat. Kegiatan yang bermanfaat dan berdaya guna seperti ini, harus disambut baik dan didukung oleh masyarakat, sehingga berhasil dan sukses. Program perluasan lahan persawahan ini, juga bertujuan mengaktifkan lahan tidur yang banyak terdapat di pedesaan.

Kepala Dinas Pertanian Sumatra Utara, HM Roem di Medan, mengatakan pembuatan sawah baru itu, merupakan program dari institusi pemerintah. Oleh karena itu, menurut dia, Dinas Pertanian Sumut sangat mendukung kabupaten/kota yang memperluas areal atau pencetakan sawah baru.

“Kita juga menyambut baik program perluasan atau pencetakan sawah yang baru, karena ini juga sekaligus meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan daerah,” kata Roem. Katanya, pencetakan sawah baru itu, juga akan mengurangi angka pengangguran bagi masyarakat yang berada di pedesaan.

Dia yakin, dengan adanya penambahan areal sawah baru itu, maka penghasilan petani dan masyarakat akan meningkat. “Jadi kita mengharapkan setiap tahun ada pencetakan sawah baru, sehingga kehidupan perekonomian masyarakat juga semakin lebih baik,” ucap dia.

Roem menambahkan, perluasan areal persawahan baru di Sumut adalah wajar, mengingat masih banyaknya tanah di daerah tersebut belum dimanfaatkan atau dikelola secara maksimal. Apalagi, katanya, Sumut juga diprogramkan sebagai penghasil beras dan lumbung beras nasional.

“Pencanangan Sumut sebagai lumbung beras nasional, diyakini akan dapat tercapai, karena Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun dan Langkat merupakan sentra beras terbesar di provinsi tersebut,” katanya. Lebih lanjut dia menjelaskan, produksi padi di Sumut mampu mencapai 2.715.990 ton hingga akhir Agustus 2012.

“Jumlah produksi tersebut mencapai 72,12 persen dari target hingga akhir tahun sebanyak 3.765.745 ton,” ujar Roem. Data yang diperoleh menyebutkan, Sumut pada tahun 2010 memiliki luas lahan sawah nonirigasi masih berkisar 12 persen. Dan sawah irigasi hanya sebanyak 18 persen.

Jumlah tersebut cukup timpang dengan lahan pertanian bukan sawah yang memegang 70 persen dari luas lahan Sumut. Ada sekitar 4.337.253 hektare lahan bukan sawah atau lahan kering, 485.808 hektare luas lahan sawah beririgasi, dan 468.724 hektare lahan nonirigasi.

Terapkan Pertanian Terpadu
Bupati Samosir, Sumatera Utara, Mangindar Simbolon mengajak petani setempat menerapkan sistem pertanian terpadu guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman untuk menambah hasil dan pendapatan.

“Para petani harus berpikir lebih maju dalam mengolah lahan pertanian dengan penggunaan alat-alat teknologi serta senantiasa terus belajar agar lebih memahami keuntungan dan keunggulan metode pertanian terpadu, hingga mencapai tingkat kehidupan yang lebih sejahtera,” kata Mangindar di Pangururan.

Menurut dia, peranan sektor pertanian dalam mendukung visi Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata relatif cukup besar, sebab berbagai hasil pertanian setempat bisa dijadikan sebagai ciri khas daerah yang dapat dinikmati para wisatawan.

Selain itu, kata Mangindar, petani juga akan terbantu dalam memasarkan hasil produksinya dengan harga jual yang mampu bersaing, karena Pemerintah senantiasa berupaya untuk terus meningkatkan bantuan serta fasilitas yang dibutuhkan petani di wilayah tersebut.

Potensi pertanian yang menjadi komoditi unggulan di Kabupaten berpenduduk sekitar 119.653 jiwa itu, antara lain, bawang merah, kacang tanah dan berbagai tanaman hortikultura yang memiliki prospek dan peluang pengembangan menjanjikan dalam percepatan pembangunan di daerah tersebut.

Diakuinya, pihaknya belum bisa maksimal dalam memberikan bantuan, akibat keterbatasan anggaran yang dimiliki kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten induk Toba Samosir pada 2004 itu, sehingga berbagai bantuan yang disalurkan terpaksa harus dilakukan secara bertahap.

“Untuk mengatasi fluktuasi harga yang dikuasai para tengkulak, kita telah mengajak pupati se-kawasan Danau Toba bekerja sama mengelola pemasaran hasil pertanian,” ujarnya.

Alih Fungsi Perlu Peraturan
Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, perlu dikuatkan dengan peraturan desa, guna mengantisipasi agar lahan pertanian tetap terjaga, sehingga swasembada pangan dapat terus berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Langkat perlu mendorong desa untuk segera membuat peraturan desa, tentang alih fungsi lahan pertanian,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat, Arbai Fauzan di Stabat. Ia mensinyalir alih fungsi lahan pertanian di Langkat, sungguh sangat menghawatirkan bila tidak ada peraturan desa, dan akan membawa dampak besar bagi ketahanan pangan di daerah ini, katanya.

Ada sekitar tiga persen alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit, perumahan maupun untuk peruntukan lainnya. Akibatnya bisa berdampak, terutama semakin berkurangnya areal pertanian tanaman padi, palawija, maupun yang lainnya. Untuk itu, kata Fauzan, perlu dorongan dari pemerintah Kabupaten Langkat, agar setiap desa membuat peraturan desa, agar lahan petanian ini tidak beralih fungsi.

Anggota DPRD Langkat dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu menambahkan akan berakibat fatal bila daerah tidak benar-benar serius dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Pada bahagian lain Fauzan juga menyoroti belum diterapkannya akumulasi penyusutan dan data base aset.

Padahal, jelas tercantum PSAP Nomor 07, tentang penghitungan aset ini sangat penting sehingga bisa tercatat di neraca, katanya. “Untuk itu dirinya berharap agar Pemkab Langkat, segera melengkapi data base, agar bisa menghitung nilai penyusutan aset tetap,” kata Fauzan.

Oleh Munawar Mandailing

Artikel ini diakses melalui kata kunci:
photograper tema sawah perdesaan