full screen background image

Pendaftaran Siswa Baru Sekolah Negeri Gratis

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan M Rajab Lubis menegaskan bahwa pendaftaran siswa baru di sekolah-sekolah negeri di daerah itu tidak dipungut bayaran karena semua biaya sudah ditanggung Pemerintah Kota Medan.

“Pendaftaran masuk sekolah negeri gratis pada semua tingkatan dari SD sampai SMA. Kalau ada kepala sekolah yang memungut biaya kepada calon siswa untuk biaya pendaftaran ataupun biaya-biaya lainnya akan kami tindak tegas,” katanya di Medan Selasa.

Ia mengatakan proses seleksi pendaftaran calon peserta didik baru dilaksanakan secara terbuka tanpa rayonisasi, dengan tujuan membuka kesempatan seluasnya kepada calon peserta didik masuk ke sekolah negeri pilihannya.

Mekanisme yang digunakan adalah berdasarkan nilai ujian nasional murni sebanyak 80 persen dan 20 persen berdasarkan tes tertulis atau bina lingkungan, yang disesuaikan dengan daya tampung sekolah masing-masing.

Mekanisme seleksi berdasarkan nilai UN murni dilaksanakan dengan berdasarkan penyusunan rangkin jumlah nilai pada empat mata pelajaran yang terdapat pada ujian nasional yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.

Sementara mengenai mekanisme jalur tes tertulis atau bina lingkungan sekolah, sepenuhnya merupakan kewenangan sekolah yang proses dan ketentuannya diatur tersendiri dengan mempertimbangkan faktor ekonomi, usia, bakat dan prestasi siswa yang dibutuhkan sekolah.

Melalui program bina lingkungan itu, diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk siswa yang miskin namun berprestasi tidak di bidang akademik tetapi berprestasi di bidang olahraga dan seni budaya.

“Melalui bina lingkungan ini, siswa miskin namun berprestasi menjadi prioritas utama untuk bisa diterima di sekolah negeri. Misalnya berprestasi di bidang olahraga atau seni budaya yang dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat prestasi tersebut,” katanya.

Ia mengatakan sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Kota Medan tahun ajaran 2012/2013 merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Peraturan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama tentang penerimaan peserta didik baru.

“Dalam keputusan dua menteri itu menyebutkan dalam sistem penerimaan siswa baru, 80 persen porsinya lebih besar berdasarkan nilai UN murni dan sisanya yang 20 persen lagi bagi siswa dari keluarga tidak mampu atau berprestasi di bidang nonakademik,” katanya.