full screen background image

Gubernur Sumut Ajak Semua Pihak Sukseskan Kota Layak Anak

Oleh T. Nico Adrian

Sekda Provinsi Sumut Nurdin Lubis foto bersama dengan beberapa anak dan guru pendamping, pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2013, di lapangan Cadika Pramuka Medan, Jumat (22/8), Peringatan HAN 2013 tingkat Provinsi Sumut itu turut disemarakkan dengan Jambore Anak yang diikuti 750 orang peserta. (Foto: Antarasumut/ist)

Peringatan HAN 2013:  Sekda Provinsi Sumut Nurdin Lubis  (3 kiri) foto bersama dengan beberapa anak dan guru pendamping, pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2013, di Lapangan Cadika Pramuka Medan, Jumat (22/8), Peringatan HAN 2013 tingkat Provinsi Sumut itu turut disemarakkan dengan Jambore Anak yang diikuti 750 orang peserta. (Foto: Antarasumut/ist)

Medan, 23/8  – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengajak semua pihak untuk turut berperan nyata menyukseskan program kabupaten/kota layak anak (KLA).

“Mari kita sukseskan progam kabupaten/kota layak anak di Sumatera Utara,” katanya, pada acara memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2013, di lapangan Cadika Pramuka Medan, Jumat (22/8).

Gatot dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Provinsi Sumut, Nurdin Lubis, menjelaskan bahwa kabupaten atau kota Layak Anak adalah kabupaten/kota yang sistem pembangunannya berbasis hak anak melalui keintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Sistem tersebut dibangun secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

“Anak adalah titipan Tuhan yang setiap kita dan negara berkewajiban melindungi dan memberikan hak mereka untuk tumbuh berkembang, terdidik dan berpartisipasi dimasyarakat dalam batas kewajaran,” tambahnya.

Dengan dijaminnya hak anak, kata Gubernur Sumut, berarti negara menjamin keberlangsungan bangsa ini kedepan.

Peringatan HAN 2013 tersebut dirangkai dengan Jambore Anak yang diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain senam, dialog interaktif, bermain kearifan lokal dan workshop pembuatan film bertema anak-anak.

Selain itu, turut pula digelar pementasan karya anak, lomba debat anak, edukasi kampung layak anak, simulasi tanggap bencana, outbond, deklarasi kampung anak dan beberapa kegiatan lainnya.

Peserta Jambore Anak 2013 di Medan tersebut diikuti 750 orang peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk para pendamping dari kalangan guru SD, SMP, SMA sederajat dan pendamping anak jalanan.

Dalam kesempatan itu ditampilkan pementasan anak dengan kreativitas musik “beat box”, yaitu musik dengan mulut yang menghasilkan musik yang meriah.

Penampilan sejumlah anak dalam atraksi “beat box” tersebut sempat membuat decak kagum para pengunjung, termasuk Sekda Provinsi Sumut Nurdin Lubis beserta para pejabat SKPD di jajaran Pemprov Sumut..(Antara)