full screen background image

Anggota FPI Tewas Dibantai Gerombolan Geng Motor

Bogor – Aksi brutal dan sadis gerombolan geng motor yang belakangan ini sering mengganggu keamanan dan ketertiban kembali memakan korban. Kalau belum lama ini seorang anggota TNI tewas bersimbah darah akibat kesadisan kawanan pembunuh bermotor tersebut, kali ini yang menjadi korban adalah Mustofa, seorang warga masyarakat biasa yang kebetulan saja menjadi Koordinator Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Bogor. Mustofa tewas berlumuran darah terkena sabetan dan tikaman senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya oleh gerombolan geng motor yang tengah terlibat tawuran antar geng di kawasan Puncak, Bogor, Ahad (6/5/2012).

Peristiwa itu terjadi Minggu dini hari saat Mustofa bersama rombongan sejumlah anggota FPI rekannya sedang dalam perjalanan pulang dari menghadiri acara pengajian dan tabligh akbar di Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja. Rombongan FPI tersebut ketika itu kebetulan tengah melintasi Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.

Saat melewati sebuah lokasi yang disebut Warung Pala, di Kampung Anyar, Kelurahan Muliasari, Kecamatan Bogor Selatan, mereka melihat dua kelompok gerombolan geng motor yang sedang terlibat tawuran antar geng. Disinilah awal bermulanya peristiwa tragis itu.

Ketika melihat adegan tawuran yang kacau balau dan saling serang tersebut, para anggota FPI itu bermaksud ingin melerai untuk mencegah jatuhnya korban. Namun nahas, niat luhur para anggota FPI yang ingin melerai dua kelompok saudara-saudaranya sebangsa setanah air yang sedang beringas saling menyerang bak kerasukan iblis itu malah berujung maut.

Karena Mustofa, salah seorang dalam rombongan FPI tersebut akhirnya gugur mati syahid terkena sabetan dan tikaman senjata tajam gerombolan geng motor yang sedang kalap itu.

“Saat itu kami rombongan FPI Cipayung baru pulang dari acara rapat membahas masalah penyerangan markas FPI di Sukaraja sekaligus menghadiri Tabligh Akbar yang dihadiri ketua FPI Cipayung H.Muhammad Zein,” kata Mubarok (34) salah satu rekan Mustofa yang menjadi saksi mata pada saat kejadian.

Mubarok menceritakan, iring-iringan rombongan FPI Cipayung pulang dari Sukaraja sekitar pukul 23.30 WIB. Sesampainya di Jalan Raya Tajur, saat itu sedang terjadi tawuran antar dua kelompok gerombolan geng motor yang jumlahnya cukup banyak.

Saat itu, lanjut Mubarok, rombongan FPI Cipayung yang melintas berjumlah 100 orang lebih menggunakan beberapa mobil dan puluhan sepeda motor. Turut serta dalam rombongan mereka pimpinan FPI Cipayung, H.Muhammad Zein. “Sewaktu kita lewat, mereka sedang saling serang. Kita yang melihat kejadian terpanggil untuk meleraikannya. Tapi mereka malah emosi dan terjadi debat mulut,” kata Mubarok.

Pada mulanya, lanjut Mubarok, saat terjadi adu mulut, rombongan FPI di barisan depan yang dipimpin H.Muhammad Zein berhasil melepaskan diri dari tawuran antar dua kelompok tersebut. Sementara Mustofa berada di barisan paling belakang rombongan yang saat itu berboncengan dengan rekannya. “Kami mencoba melerai tapi mereka tidak terima. Saat kami akan pergi meninggalkan lokasi, tiba-tiba rekan kami Mustofa sudah jatuh dari motor dengan kondisi bersimbah darah,” ujar Mubarok menerangkan.

Begitu melihat Mustofa yang jatuh bersimbah darah, dua kelompok gerombolan geng motor yang tadinya saling serang langsung bubar dan kabur melarikan diri berhamburan dengan motor-motor mereka ke berbagai arah. Sedangkan tubuh Mustofa yang tergeletak di tanah langsung digotong oleh rekan-rekanya dan dilarikan ke RS Ciawi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun akibat luka-luka serius bekas tusukan yang dialaminya, nyawa Mustofa akhirnya tidak tertolong. “Lukanya cukup parah, bekas tusukan ada di pinggang, leher dan wajahnya juga penuh darah, hidungnya juga mengeluarkan darah,” tutur Mubarok.

Ketika mengetahui kejadian itu, ketua FPI Cipayung H.Muhammad Zein langsung bereaksi melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian dan meminta Polri untuk mengusut tuntas kejadian itu serta menangkap kawanan geng motor yang mengeroyok dan membunuh Mustofa.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, Kepala Satuan Reskrim Polres Kota Bogor, AKP Iman Imanuddin mengatakan, motif sementara peristiwa tersebut, korban (Mustofa, red.) hendak melerai aksi tawuran gerombolan geng motor, namun justru dirinya sendiri yang tewas menjadi korban. “Kita masih melakukan penyelidikan, sejumlah saksi sudah kita periksa dan beberapa barang bukti sudah kita amankan. Motif sementara, korban menjadi korban tawuran saat hendak melerai aksi tersebut,” kata Iman.

Sehubungan dengan insiden tersebut di atas, Ketua Lembaga Ekonomi FPI Jawa Barat, Yusron, mendesak aparat Kepolisian Resor Kota Bogor agar menangkap dan membubarkan gerombolan geng motor yang sudah berulang kali menghilangkan nyawa. “Aparat kepolisian harus menindak tegas aksi kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Aksi premanisme harus diberantas,” tandas Yusron saat dimintai klarifikasi, Ahad (6/5/2012).

Dalam keterangannya Yusron menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan peristiwa tewasnya salah seorang anggota Lasykar FPI yang terjadi pada hari Minggu pagi sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Raya Tajur, tepatnya di lokasi Warung Pala, Kampung Anyar, Kelurahan Muliasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Menurut Yusron, anggota Lasykar FPI, Mustofa, yang menjadi korban pada peristiwa tersebut tinggal di Cipayung RT 04/ RW 01, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Semoga aksi brutal gerombolan geng motor yang belakangan ini sering terjadi dan meresahkan masyarakat akan mendapat respon yang cepat dan serius dari pihak aparat keamanan. Karena kalau tidak, dikhawatirkan masih akan ada lagi warga masyarakat yang tewas mengenaskan menjadi korban keganasan pembunuh-pembunuh berdarah dingin yang merajalela dalam gerombolan geng-geng motor.

Artikel ini diakses melalui kata kunci:
Foto korban kesadisan geng motor,gambar fpi tawuran,kesadisan geng motor