full screen background image

Akhirnya Naik Haji Dengan Produk Kerajinan Ban Bekas

Binjai, Sumut, 17/5  – Tidak selamanya ban hanya untuk dibakar atau dibuang karena di Kota Binjai Sumatera Utara ban bekas dapat diolah menjadi produk kerajinan yang menghasilkan pendapatan bagi keluarga.

“Limbah ban bekas kenderaan, sepeda motor, bisa diolah menjadi produk kerajinan yang bermamfaat,” kata salah satu pengusaha limbah ban bekas, Haji Darto di Binjai, Kamis.

Ban bekas dari berbagai jenis, lalu diolah dan bisa dijadikan wadah sampah, bak air, pot bunga, hingga kursi santai, katanya.

Malah produk limbah ban bekas ini sudah dipasarkan hingga ke Aceh, Batam maupun untuk Kota Binjai sendiri.

Tidak itu saja, kata Haji Darto, dari hasil penjualan kerajinan dari limbah ban bekas ini, dirinya sudah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Ketika ditanyakan darimana saja ban bekas ini diperolehnya, Darto menjelaskan ban bekas ini diperoleh dari sejumlah pengumpul barang bekas yang biasa berkeliling atau dari bengkel-bengkel sepeda motor maupun mobil yang ada di sekitar kediamannya.

Uahwa untuk membuat bak sampah dari ban bekas ini dibutuhkan satu buah ban bekas mobil.

Lalu dengan mempergunakan pisau besar, dipotonglah sebahagian sisi sampingnya untuk menjadi lubang bak sampah, lalu ban tersebut dibalik sisi dalamnya agar terlihat bagus.

Sementara untuk menutup bahagian bawahnya, pekerja membentuknya dengan menggunakan ban bekas truk, sedangkan untuk mengikatnya menggunakan paku disekeliling ban.

Selain itu juga menyiapkan pegangannya dengan memotong lebih kecil menyerupai tali untuk dijadikan pegangan di sisi atas.

Untuk membuat satu bak sampah, kata Darto, hanya dibutuhkan waktu selama 30 menit dan bisa dijual dengan harga Rp30.000,- per bak sampahnya.

Sedangkan pemasaran untuk kota Binjai, ada saja pedagang keliling yang datang ke tempatnya dan langsung membawa bak sampah ini unuk dipasarkan. Mereka rata-rata menjualnya seharga Rp50.000,- kepada para pembelinya.

Salah seorang pedagang keliling kerajinan ban bekas ini, Agus menjelaskan bahwa produk limbah ban bekas ini sangat laku dijual kepada masyarakat terutama di berbagai kecamatan yang ada di Kota Binjai.

Selain itu dirinya juga membawa dagangannya ke Langkat maupun ke Aceh, katanya.

“Walaupun untungnya sedikit namun bisa memberikan hidup dan kehidupan buat keluarga,” kata Agus.

“Dalam satu bulan, puluhan bak sampah mampu kami pasarkan kepada para pembeli,” katanya.