full screen background image

Peluang Bisnis! Batam Butuh 298 Ton Lele Per Bulan

Batam – Peluang usaha dalam bidang budidaya lele di Kota Batam ternyata masih terbuka lebar. Hal ini karena tingginya kebutuhan lele di Kota Batam yang belum mampu dipenuhi seluruhnya oleh pembudidaya lokal. Mantan Penyuluh Lapangan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam Rudi Hendra mengungkapkan, kebutuhan lele di Kota Batam mencapai 298,5 ton per bulan. Sementara pembudidaya lokal hanya mampu memproduksi ikan lele sebesar 131 ton per bulan.

“Masih terjadi kekurangan hingga 167,5 ton ikan lele setiap bulannya yang akhirnya banyak dipenuhi dari lele impor seperti dari Malaysia,” ungkap Rudi Hendra dalam pelatihan budidaya ikan lele yang digelar DPC Federasi Pertambangan dan Energi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Batam di Hotel Pelita, Sabtu (28/4/2012).

Rudi menjelaskan, sebanyak 298,5 ton kebutuhan ikan lele ini dipenuhi oleh pasar-pasar dan koperasi lele di Kota Batam. Dimana dari pasar se Kota Batam mampu memenuhi sekitar 208,5 ton ikan lele per bulan atau 6.950 kilogram per hari. Selebihnya dipenuhi oleh koperasi lele, sebanyak 90 ton per bulan.

Tingginya lele di pasar-pasar di Kota Batam inilah yang sampai saat ini masih didominasi lele impor. Dibandingkan lele dari pembudidaya lokal, lele impor di pasaran jauh lebih murah, sehingga banyak dicari pembeli. “Harga lele di pasaran banyak ditentukan oleh importir lele, karena jumlahnya lebih banyak dibanding lele lokal,” ujarnya.

Tenaga Ahli Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Tengku Said menyatakan, budidaya ikan lele perlu pengawasan atau monitoring. Dengan menyeleksi ikan di dalam kolam memiliki ukuran yang sama, agar tidak terjadi kanibalisasi, saling memakan antar mereka. “Kanibalisasi bisa dilakukan seekor ikan lele, bisa memakan hingga 10 ekor ikan lele lainnya dalam sehari. Untuk itu, harus dipisahkan antara yang besar dan yang kecil,” ujarnya.

Menurut Tengku, budidaya lele bisa menjadi mata pencaharian alternatif dan usaha sampingan. Apalagi dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan permintaan ikan lele di masyarakat. “Angka permintaan semakin meningkat, sementara pelaksanaannya mudah, murah, cepat serta stabil dan tidak tergantung musim,” imbuhnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Richard menyebutkan, pelatihan budidaya lele dilakukan untuk memberikan peluang bagi peserta pelatihan agar mampu memanfaatkan peluang usaha budidaya. Sehingga melalui peluang usaha itu, bisa mengisi ataupun memasok kekurangan kebutuhan lele di Batam. “Peluang budidaya lele merupakan peluang usaha yang menjanjikan. Lele mudah pemeliharaannya, pertumbuhannya cepat tanpa perlu lahan yang khusus,” ujar Richard didampingi Sekretaris Panitia, Bambang Heri.

Anda berminat? Selamat mencoba.

Artikel ini diakses melalui kata kunci:
peluang usaha game di batam