full screen background image

Asian Agri Kebun Plasma Terbesar Bersertifikat RSPO

Asian Agri

Medan, 30/8 – Asian Agri menjadi produsen crude palm oil atau CPO bersertifikat terbesar untuk kebun plasma di Indonesia dengan diperolehnya sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil di PT.Inti Indosawit Subur–grup usaha Asian Agri di Riau.

“Dengan perolehan sertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) untuk kebun plasma di PT Indosawit Subur yang berlokasi di Buatan dan Ukui Kabupaten Pelalawan, Riau, Asian Agri tercatat sebagai produsen CPO bersertifikat terbesar untuk kebun plasma di Indonesia hingga dewasa ini,” kata Managing Director British Standard Institution (BSI) untuk Asean, Alwi Hafiz, dalam siaran pers yang diterima di Medan, Rabu.

BSI Singapore merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang pengembangan standar, sertifikasi, penilaian, pelatihan, pemeriksaan produk dan pengujian, dimana perusahaan tersebut telah mengeluarkan ratusan sertifikasi untuk organisasi dari berbagai industri di Indonesia..

Dua kebun plasma PT Indosawit Subur itu menghasilkan produksi 123.222 metrik ton (MT).

Sebelumnya, PT Indosawit Subur telah menerima sertifikasi RSPO untuk kebun inti pada tahun 2010 dan 2011 di kebun Buatan dan Ukui, sehingga kalau ditotal kebun plasma dan inti yang sudah disertifikasi RSPO di kebun itu menjadi 211.953 MT.

Kepatuhan Asian Agri dan proses sertifikasi yang sesuai dengan prinsip dan kriteria RSPO itu menjamin bahwa kelapa sawit dibudidayakan dan diproses perusahaan itu secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal RSPO, Darrel Webber mengatakan, sudah tidak diragukan lagi bahwa Indonesia sedang berada di titik puncak dalam perubahan menuju “sustainability”.

Indonesia yang tidak hanya memimpin sebagai negara produsen CPO bersertifikat RSPO nomer satu, tetapi juga kontribusi dari para petani plasma Indonesia yang cukup besar dalam mendukung pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial, tentunya patut mendapatkan acungan jempol, katanya.

“Kami yakin dan percaya bahwa kinerja Asian Agri yang bagus itu dapat memberikan inspirasi lebih bagi petani plasma dalam menjalankan ‘sustainability’ demi menciptakan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat Indonesia maupun dunia,”katanya.

Deputy Director for Market Transformation WWF, Irwan Gunawan, menambahkan, perolehan sertifikat RSPO menunjukkan komitmen Asian Agri sebagai bagian kelompok usaha dalam meningkatkan kapasitas para petani plasma yang berada di wilayah prioritas program WWF.

Petani plasma merupakan mata rantai yang berperan sangat penting dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan sawit yang sesuai dengan standar kelestarian yang diterima di pasar global.

Head of Sustainability Asian Agri. Freddy Widjaya, yang menerima sertfikat RSPO dari BSI itu, awal pekan lalu, menyebutkan, sertifikasi RSPO tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi yang tengah berjalan untuk keseluruhan perkebunan Asian Agri.
Asian Agri menargetkan sertifikasi RSPO untuk seluruh perkebunan kelapa sawitnya yang berlokasi di Sumut, Riau dan Jamb selesai pada 2018.

Selain RSPO, Asian Agri juga telah menerima sertifikasi ISCC untuk kebun Buatan Grup dan Ukui Grup, Riau; Muara Bulian Grup dan Tungkal Ulu Grup, Jambi.

Asian Agri merupakan sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan unit pengolahannya sejak 1979.

Sejak tahun 1987, Asian Agri telah ikut turut serta sebagai salah satu pelopor dalam program Pemerintah Indonesia pengembangan dan pembangunan Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans).

Saat ini, Asian Agri memiliki sekitar 100.000 hektar dan membina sekitar 29.000 petani plasma dan KKPA yang memiliki total 60.000 hektar lahan kelapa sawit.(ANTARA)

Artikel ini diakses melalui kata kunci:
asian agri riau,pt asian agri riau