"Ini hanya proses penyegaran, saya harap pejabat yang dilantik bekerja dengan sebaik baiknya dan yang kedua adalah mendengarkan aspirasi masyarakat. Saya percaya saudara dapat melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan," ungkap Jokowi dalam sambutan singkatnya saat pelantikan tersebut.
---
---
DIPERKIRAKAN ADA 18.000 PENDERITA GANGGUAN JIWA DIPASUNG
Kepala Subdit Bina Etikolegal dan Asesmen Kesehatan Jiwa Kemenkes, Gerald Mario Semen, mengatakan Kementerian Kesehatan memperkirakan ada 18.000 lebih penderita gangguan jiwa di Indonesia yang dipasung. "Namun sampai 2013 ini kasus yang kami temukan baru sekitar 3.500 kasus gangguan jiwa. Banyak daerah yang belum mau melaksanakan program bebas pasung," jelasnya. Dari 3.500 kasus penderita gangguan jiwa yang dipasung tersebut, masih ada sekitar 800 kasus yang belum ditangani. Saat ini tiap puskesmas wajib membantu penderita gangguan jiwa dan merujuknya ke rumah sakit. Selain itu, Kemenkes juga sudah menyiapkan 320.000 ampul obat injeksi atau suntik untuk penderita gangguan jiwa. (KF-Vey/sumber: http://opini.co.id/web/article/4474/Diperkirakan-Ada-18.000-Penderita-Gangguan-Jiwa-Dipasung)
SUDIRMAN CUP: INDONESIA RUNNER UP GRUP A
Tim Sudirman Cup Indonesia harus mengakui keunggulan Cina setelah takluk 0-5 dalam penyisihan Grup A, Selasa (21/5). Seluruh pebulutangkis Indonesia tak mampu menaklukkan wakil-wakil dari Cina. Meski begitu, Indonesia tetap melaju ke babak Perempatfinal Sudirman Cup 2013 karena berada di urutan kedua teratas Grup A. Selanjutnya, Cina dan Indonesia akan maju ke babak Perempatfinal Sudirman Cup 2013. Penentuan posisi pada babak perempatfinal akan ditentukan lewat undian yang akan dilakukan malam nanti setelah semua pertandingan berakhir. Sebelumnya, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) hanya menargetkan Indonesia masuk ke babak Semifinal Sudirman Cup 2013. (KF-ixn/Sumber: http://opini.co.id/web/article/4480/Sudirman-Cup:-Indonesia-Runner-Up-Grup-A)
JOKOWI: PROGRAM KJS BELUM MAKSIMAL
Program Kartu Jakarta Sehat (KJS) memang belum berjalan maksimal, setidaknya ada tiga masalah utama yang perlu penyempuranaan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjabarkan, masalah utama KJS adalah banyak rumah sakit swasta yang masih berorientasi meraih untung.
Selain itu, besaran premi Rp 23.000 per orang diakui belum mencukupi dalam pembiayaan 4,7 juta penduduk DKI Jakarta. "Besaran premi ini sebaiknya dikalkulasi lagi sebelum benar-benar diterapkan, karena jika tidak maka biaya yang dikeluarkan jadi sulit dikendalikan, apalagi kalau manajemen kontrolnya kurang bagus," kata Jokowi di Jakarta, Selasa (21/5).
Masalah lain adalah implementasi sistem pemberian resep atau obat-obatan kepada pemegang KJS, atau lebih dikenal dengan "Indonesian Case Basic Groups" (INA CBG's). Sebelum ada KJS, pasien berhak menentukan obat yang akan dikonsumsi. "Sekarang sudah tidak bisa begitu lagi. Obat-obatan yang akan digunakan oleh pasien sudah diatur dengan sistem itu," ucap Jokowi. (KF-WEP/Selangkapnya: http://opini.co.id/web/article/4472/Jokowi:-Program-KJS-Belum-Maksimal)
TIM JAWA TENGAH RAIH JUARA UMUM OSN 2013 TINGKAT SMP
Setelah tahun 2012 lalu mampu meraih juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP, kini di tahun 2013 tim Jawa Tengah (Jateng) kembali meraih gelar juara umum pada kompetisi yang sama yang kali ini diselenggaran di Batam pada 15-21 Mei 2013. Dalam klasemen akhir yang disampaikan pada Senin (20/5) malam, tim Jawa Tengah yang mengumpulkan lima medali emas, 13 perak, dan 13 perunggu berhasil mengungguli DKI Jakarta yang mengumpulkan 5 emas, 7 perak, dan 11 perunggu di posisi dua.
Medali emas yang diraih tim Jawa Tengah dipersembahkan oleh Timothy Jordan P dan Cantika Zenedine Yuswindia dalam mata pelajaran Biologi. Emas juga diperolah Chrysan Angela Piarso pada mata pelajaran Fisika. Edwin Aldrian Santoso dan Eliora Violain Buyamin, menyumbang dua emas dalam bidang studi Matematika. Selain itu, tim ini juga mendominasi perolehan perak dan perunggu dari empat bidang studi yang diperlombakan. (KF-Vey/sumber: http://opini.co.id/web/article/4471/Tim-Jawa-Tengah-Raih-Juara-Umum-OSN-2013-Tingkat-SMP)
HAMPIR SEPARUH PENDUDUK INDONESIA MINIM AKSES SANITASI
Sekitar 48 persen penduduk Indonesia belum dapat mengakses sistem sanitasi sehingga hidup dalam lingkungan yang tidak bersih dan tidak sehat. Demikian hasil penelitian dari pakar teknik sanitasi Universitas Teknologi Delft, Belanda, Ravina Rukmina Binol. Sanitasi adalah sistem kesehatan masyarakat yang mengolah kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya sehingga lingkungan serta kesehatan manusia dapat terjaga. Berdasarkan hasil penelitian Ravina, ada 30,49 persen masyarakat kota yang tidak mendapat akses sanitasi. Sementara di pedesaan, penduduk yang tidak mampu mengakses sanitasi mencapai 66,04 persen. (KF-ixn/Sumber: http://opini.co.id/web/article/4470/Hampir-Separuh-Penduduk-Indonesia-Minim-Akses-Sanitasi)
Copyright © 2013 Citizen Journalism. All rights reserved.
Custom Developed by Web Innovation | Supported by Cakra Artha International PT.

