full screen background image

Pemberantasan KORUPSI, Jangan Berhenti Sampai “Anas Urbaningrum” Saja

Johnson-Panjaitan by . “Bukan hanya Angie saja, tapi juga Anas (Urbaningrum). Dan jangan hanya berhenti di Anas,” kata Johnson di Jakarta, Selasa (7/2).

Johson Panjaitan menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja lamban dalam menuntaskan kasus suap wisma atlet. Menurutnya, Angelina Sondakh seharusnya sudah sejak dulu dijadikan tersangka.

Menurut Johnson, penetapan status tersangka Angie yang lamban ini sarat dengan deal-deal politik. “Pertama, ada upaya menghentikan kasus ini hanya sampai Anas saja. Kedua, ini merupakan upaya melihat opini yang berkembang di publik. Istilahnya testing the water. Apakah publik puas dengan penetapan tersangka pada Angie ini,” ujar anggota Divisi Advokasi Indonesian Police Watch (IPW) ini.

Lambannya KPK dalam bekerja, menurut Johnson, disebabkan karena masih banyaknya penghuni KPK yang tidak bersih. “Perlu ada audit terhadap berkas-berkas dan orang-orang di sekitar (Ketua KPK) Abraham Samad. Merekalah yang mengatur dan menyusun berkas-berkas secara teknis. Kalau berkas-berkasnya saja penuh penyimpangan, bagaimana mau memberantas korupsi,” katanya