full screen background image

Rakyat Dikeroyok Rombongan Gubernur Kalimantan

Korban pengeroyokan rombongan Gubernur Kalbar Cornelis, Yustinus Joni Tampubolon alias Joni Jinku mengaku bahwa ia membawa kaos Munsin-Supardi yang terkena tumpahan kopi. Baju ini dibawa sebagai bukti pelecehan yang dilakukan Cornelis.

Jinku

“Baju itu sebagai bukti ku bawa juga untuk laporan ke Mabes Polri (Senin besok). Pada hari itu saya pake baju kaos berkerah, kebetulan dibelakangnya ada gambar Pak Munsin (Cabup Sanggau kemarin saat Pilkada), ujarnya menceritakan kepada Aktual.co di Jakarta.

Jinku juga mengaku alasan dia memakai kaos tersebut karena pernah terlibat sebagai tim sukses mereka. Akan tetapi saat kejadian berlangsung, dia sempat bingung, apa salahnya kalau menggunakan kaos pasangan yang kalah Munsin-Supardi.

“Memang saya timnya dulu (Munsin-Supardi). Besar kemungkinan gara-gara saya pakai baju itu, saya juga tidak ada tujuan lain lagi, setelah pilkada itu. Masalah pake baju itu kan suka-suka orang,” ucap dia.

“Coba saya pake baju merah (PDIP) kemarin bisa beda ceritanya. Kebetulan saya pake baju Munsin-Supardi,” ucap dia lagi.

Ia menceritakan, pada Kamis (26/9) pukul 16.10 WIB, rombongan Gubernur Kalbar saat itu setelah melantik Sekda Kabupaten Sanggau hendak menuju arah Sosok.

Di pertengahan perjalanan yakni melewati pasar di Parindu Bodok Sanggau, Jingku mengaku menunjuk Mobil Gubernur yang lewat sambil berkata, “Itu mobil Gubernur”.

Entah apa karena dirinya menunjuk, Jingku malah didatangi dua orang ajudan Gubernur.”Mahu apa kau? Kenapa kau tadi teriak?,” kata Jingku seraya kepada Aktual membantah teriaki Gubernur Cornelis.

“Karena terjadi percekcokan antara saya dan dua ajudan, akhirnya ajudan yang lain pun juga ikut turun mengelilingi saya . Karena ramai yang turun Mobil Gubernur juga berhenti dan ikut menghampiri,” kata dia.

Ia menuturkan, ketika di datangi Cornelsi, ketika itu posisinya sedang duduk.

“Mau apa kau?,” kata Jingku menirukan perkataan Cornelis.

“Tidak ada maksud apa-apa, jawab saya,” Jawab dia.

“Kau ini, kau lihat barang ini apa,” kata Jingku sambil menirukan, sikap Cornelis yang menurutnya menunjukan pistol dipinggang, dan bajunya diangkat.

“Ini apa ini, mau kutembak kepala kau,” kata Jingku menirukan Cornelis.

Ia menuturkan, selain merasa dilecehkan Gubernur di tempat keramaian, dirinya pun sempat dipukuli dan ditempelengi di bagian kepala oleh ajudan.

“Bahkan dagu saya juga sempat di dorong oleh salah seorang anggota pasukan pengawalan,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis membantah telah menodongkan pistol kepada seorang warga saat di Pasar Bodok, Kabupaten Sanggau, Kamis (26/9) sore.Jinku
Joni Jingku membantah dirinya meneriaki mobil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis.

“Saya hanya menunjuk karena sebelumnya teman saya bertanya mana mobil Gubernur,” ujar Jingku ketika berbincang dengan Aktual.co, pada pekan ini.

Ia menceritakan, pada Kamis (26/9) pukul 16.10 WIB, rombongan Gubernur Kalbar saat itu setelah melantik Sekda Kabupaten Sanggau hendak menuju arah Sosok.

Di pertengahan perjalanan yakni melewati pasar di Parindu Bodok Sanggau, Jingku mengaku menunjuk Mobil Gubernur yang lewat sambil berkata, “Itu mobil Gubernur”.

Entah apa karena dirinya menunjuk, Jingku malah didatangi dua orang ajudan Gubernur.”Mahu apa kau? Kenapa kau tadi teriak?,” kata Jingku seraya kepada Aktual membantah teriaki Gubernur Cornelis.

“Karena terjadi percekcokan antara saya dan dua ajudan, akhirnya ajudan yang lain pun juga ikut turun mengelilingi saya . Karena ramai yang turun Mobil Gubernur juga berhenti dan ikut menghampiri,” kata dia.

Ia menuturkan, ketika di datangi Cornelsi, ketika itu posisinya sedang duduk.

“Mau apa kau?,” kata Jingku menirukan perkataan Cornelis.

“Tidak ada maksud apa-apa, jawab saya,” Jawab dia.

“Kau ini, kau lihat barang ini apa,” kata Jingku sambil menirukan, sikap Cornelis yang menurutnya menunjukan pistol dipinggang, dan bajunya diangkat.

“Ini apa ini, mau kutembak kepala kau,” kata Jingku menirukan Cornelis.

Ia menuturkan, selain merasa dilecehkan Gubernur di tempat keramaian, dirinya pun sempat dipukuli dan ditempelengi di bagian kepala oleh ajudan.

“Bahkan dagu saya juga sempat di dorong oleh salah seorang anggota pasukan pengawalan,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis membantah telah menodongkan pistol kepada seorang warga saat di Pasar Bodok, Kabupaten Sanggau, Kamis (26/9) sore.