full screen background image

KPK Tetap Bisa Periksa Wapres!

Jakarta – Ketua KPK Abraham Samad meluruskan pernyataannya perihal mengenai Wapres Boediono di kasus Century. Abraham menegaskan, KPK tetap bisa memeriksa Wapres. “Pada prinsipnya KPK tetap bisa memeriksa Wapres dalam kaitan dengan kasus Century,” kata Abraham, Selasa (20/11/2012).

sby-budiono by . googlePernyataan Abraham ini meluruskan pernyataannya di DPR saat rapat dengan Timwas Century. Saat itu Abraham menyampaikan bahwa terkait Wapres sepenuhnya diserahkan ke DPR dan MK, mengingat posisinya sebagai warga negara istimewa. Kendati demikian, bukan berarti keduanya tidak dapat terjerat hukum sama sekali.

Menurut juru bicara KPK Johan Budi, dalam konteks tindak pidana korupsi, KPK bisa memeriksa siapa saja. Bahkan bisa juga memeriksa Presiden sekalipun. “Namun dalam konteks pelanggaran konstitusi DPR yang punya kewenangan yang kemudian bisa ke MK,” tutur Johan.

Seprti diketahui, sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad menyatakan bahwa terdapat warga negara istimewa dalam konstitusi. Hal tersebut dikatakan Samad saat rapat KPK dan Timwas Century di Gedung DPR Jakarta, Selasa (19/11). “Yang saya tangkap ada kekecewaan yang mendasar karena di luar ekspektasi, yang mana ekspektasi anggota dewan, di mana keterlibatan atasannya dan sebagainya. Saya perlu jelaskan dalam teori konstitusi dan hukum konstitusi dan pakar konstitusi, menyatakan bahwa ada yang disebut sebagai warga negara istmewa yaitu Presiden dan Wapres. Kalau mereka melakukan pidana maka yang akan melakukan penyelidikan adalah DPR, jadi KPK tidak punya kewenangan,” jelas Samad.

Status Budi Mulya dan Siti Chalimah Fajriyah
KPK telah menetapkan dua orang mantan Deputi BI, Budi Mulya dan Siti Fajriyah sebagai tersangka kasus Bank Century. Status itu memang hampir sudah dipastikan melekat kepada keduanya, tinggal penyempurnaan administrasi saja.

Belakangan Bambang menyatakan, penetapan tersangka itu masih berdasarkan kesimpulan rapat. Belum ada Surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) yang menjadi dasar penetapan seseorang sebagai tersangka. “Dalam ekspose sudah ditingkatkan kepada penyidikan, tetapi secara administrasi belum dikeluarkan sprindik,” kata Bambang.

Sejak Desember 2009, KPK menetapkan dua calon tersangka dari pihak Bank Indonesia (BI), yakni Budi Mulya dan Siti Chalimah Fajriyah. “Telah dilakukan gelar perkara atau expose. Dari kegiatan tersebut disimpulkan bahwa telah ditemukan adanya peristiwa tindak pidana korupsi yang menimbulkan kerugian negara yang dilakukan oleh pejabat BI yaitu, BM Deputi bidang 4 pengelolan moneter devisa dan SCF deputi bidang 5 bidang pengawasan,” kata ketua KPK Abraham Samad, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Abraham mengatakan, Budi Mulya ketika itu menjabat Deputi bidang IV Pengelolaan Moneter Devisa BI. Adapun Siti Chalimah Fajriyah menjabat Deputi bidang V bidang Pengawasan BI. Penyelidikan itu dilakukan setelah memeriksa hingga 153 orang saksi sampai 19 November 2012 .

Abraham menjelaskan, keduanya diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP). “Serta penyalahgunaan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik,” kata Abraham.

Menurutnya, penyelidikan itu dilaksanakan atas dasar surat perintah penyidikan pada 8 desember 2009 untuk penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi atas pengelolan Bank Century tbk dan upaya penyelematan bank tersebut. Sampai dengan tanggal 19 November 2012 telah dimintai keterangan kepada 153 orang.

Hingga saat ini Budi Mulya dan Siti Chalimah Fajriyah yang disebut-sebut akan menjadi tersangka dalam kasus bailout Bank Century belum dicegah ke luar negeri. KPK belum meminta kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan pencegahan ke luar negeri. “Belum, belum ada permintaan cegah terhadap yang bersangkutan,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Selasa (20/11/2012).

Sejak kasus Bank Century mencuat pada September 2009, Siti Fajriyah divonis terkena penyakit stroke. Bahkan, saat ini dirinya masih menjalani rawat jalan untuk penyembuhan penyakit stroke yang dialaminya. Sebagai infomasi, Siti terpilih secara aklamasi pada 9 Mei 2005 oleh Komisi XI DPR sebagai Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan menggantikan Aulia Pohan yang telah pensiun.

Berikut ini adalah profil Budi Mulya, dan Siti Chalimah Fajriyah

BUDI MULYA
Tempat, tanggal lahir: Bogor, 29 Juli 1954

PENDIDIKAN:
UMUM

  • Sarjana Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung (1978)
  • Master of Science in Economics (M.Sc) University of Illinois, Champaign, Illinois, USA (1985)
  • KHUSUS
  • Joint ASEAN +3 Senior Policy Seminar on Monetary and Financial Integration in East Asia, Manila, Philippine, (2004)
  • AFDP Workshop on Developing Corporate Bond Market in APEC Economies, Shanghai, China (2004)
  • Certified Wealth Manager (CWMA), The University of Greenwich, UK (2004)
  • BIS and HAMKA Workshop on Monetary Policy Implementation Hongkong (2005)
  • The 3rd Workshop for Worldwide Central Banks on Beyond Financial, Reform, Seoul, Korea (2005)
  • Balanced Scorecard Leadership Conference, Boston (2006)
  • -2006 Raffles Forum Good Governance and The Wealth of Nation, Singapore (2006)

PERJALANAN KARIER:
PEMERINTAHAN

  • Direktur Direktorat Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (2003-2006)
  • Board of Director Indonesian Philippines Business Council (IPBC) (2005-2006)
  • Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (2006-2007)
  • Vice Chairman Indonesian Philippines Business Council (IPBC) (2006)
  • Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter (2007)

SITI CHALIMAH FAJRIYAH

Tempat, tanggal lahir: Temanggung, Jawa Tengah, 2 September 1951

PENDIDIKAN:
UMUM

  • SD Negeri Mojotengah, Temanggung, Jawa Tengah (1963)
  • SMP Al Iman, Parakan, Temanggung (1966)
  • SMA Muhammadiyah, Temanggung (1969)
  • Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) (1978)
  • Jurusan Manajemen Internasional Fakultas Ekonomi Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta (1999)
  • Doktor Program Ilmu Manajemen Strategi, Universitas Indonesia (UI), Jakarta (2008)
  • KHUSUS
  • FSI/ SEANZA Workshop on Credit Risk Management and Asset Quality, Colombo, Sri Lanka (2000)
  • SEANZA Course on Macro, Micro Policy Coordination, Manila, Phillipina (2000)
  • International Summit on Islamic Banking and Finance, Kuala Lumpur, Malaysia (2001)
  • Pacific Rim Bankers Program, University of Washington, Seattle, USA (2003)
  • Program Eksekutif Serifikasi Manajemen Risiko, Kuala Lumpur, Malaysia (2004)
  • Government Summit, Washington, USA (2005)

PERJALANAN KARIER:
PEMERINTAHAN

  • Kepala Urusan Pengawas Bank II, BI (1998-1999)
  • Direktur Direktorat Pengawasan Bank I (1999-2002)
  • Direktur Direktorat Pengawasan Bank II (2002-2003)
  • Direktur Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan, BI (2003-2005)
  • Deputi Gubernur BI (2005)

KEGIATAN LAIN:

  • Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (2002)
  • World Bank Seminar on Aligning Supervisory Structures with Country Needs, Washington DC, USA (2003)
  • Ketua Divisi Pengumpul ZIS-Baznas (2004)
  • 4th Consumer Credit Reporting World Conference, Beijing, China (2004)
  • Direktur International for Islamic Financial Market (IIFM), Bahrain (2005)
  • Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) (2006)
  • Anggota Dewan Konsultatif DSAK-IAI (2006)
  • Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI), Kompartemen Goverment (2007)
  • Anggota Wali Amanah UGM Yogyakarta (2007)

[CJ/KbrNet/Slm/Kompas]

Artikel ini diakses melalui kata kunci:
johan budi lahir,Tanggal lahir Johan Budi,johan budi kpk lahir
Nurdin Dinks liked this post