full screen background image

Demo diMesir Semakin Memanas, 5 Menteri memutuskan Mundur

Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Kamel Amr telah mengajukan pengunduran diri, seperti dikutip dari kantor berita resmi Mesir, MENA, Selasa. Saat ini sudah lima menteri yang mundur pada hari yang sama, di tengah protes massa anti-pemerintah di negara Arab Afrika itu.

Stasiun televisi resmi Mesir menyatakan menteri pariwisata, lingkungan hidup, komunikasi dan urusan parlemen, hukum dan layanan umum mengadakan pertemuan di kompleks Kementerian Komunikasi. Mereka berkeras untuk mundur dari jabatan mereka sehubungan dengan krisis saat ini.

Sementara itu jumlah korban jiwa naik jadi 16 sejak protes anti-Presiden Moursi dilancarkan Ahad. Sedikitnya delapan orang tewas selama bentrokan pada Ahad malam di luar Markas Ikhwanul Muslimin di Ibu Kota Mesir, Kairo.

Egyptians-rally-in-Cairos-Liberation

Angkatan Bersenjata Mesir pada Senin memperingatkan bahwa pihaknya akan melakukan campur tangan jika tuntutan rakyat tidak dipenuhi dalam waktu 48 jam. Peringatan itu dikeluarkan setelah jutaan orang turun ke jalan menuntut Presiden Islamis Mohamed Moursi mengundurkan diri.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, angkatan bersenjata menekankan “imbauan agar tuntutan rakyat dipenuhi dan memberikan (semua pihak) waktu 48 jam, itu adalah kesempatan terakhir, untuk menjalankan tanggung jawab bagi situasi yang dialami negara ini.”

“Jika tuntutan rakyat tidak dipenuhi dalam masa tersebut… (angkatan bersenjata) akan mengumumkan peta jalan untuk masa depan serta langkah-langkah untuk mengawasi penerapannya,” kata pernyataan itu.

Pada 23 Juni lalu, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, menteri pertahanan yang juga kepala angkatan bersenjata Mesir, memperingatkan bahwa militer akan turun tangan untuk mencegah terjadinya kerusuhan di negara itu.

Mesir saat ini terpecah tajam antara para pendukung Islmis Morsi dan oposisi. Tentara sebelumnya telah memberikan waktu satu minggu bagi semua pihak untuk mempertemukan perbedaan-perbedaan di antara mereka. “Minggu ini, tidak ada tanda-tanda melalui sikap maupun tindakan,” kata tentara. (CJ/Antara)