full screen background image

Juni, Target Universitas Siliwangi Jadi Negeri

YUDANEGARA – Universitas Siliwangi (Unsil) ditargetkan akan berstatus negeri pada bulan Juni mendatang. Untuk itu, proses pemenuhan persyaratannya juga harus dipercepat agar tidak terlalu berlarut-larut. Saat ini pemkot tengah menunggu surat percepatan pembebasan tanah dari Gubernur Jawa Barat.

”Sedang dalam proses semua. Kita menunggu surat dari gubernur kepada wali kota untuk percepatan pembebasan tanah. Pada prinsipnya kita masih sesuai, berjalan. Tidak berubah, lokasinya juga tetap sama,” ungkap Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman ditemui di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota di Hotel Santika, Selasa (5/3).

Saat ini, pemkot juga tengah mempersiapkan pembentukan tim pembebasan tanah agar proses pembelian lahan bisa segera dijalankan. ”Kita sedang membentuk tim pembebasan tanah. Karena kemarin kita konsultasi dulu dengan pihak gubernur, dengan BPN, semua. Kemarin gubernur sendiri kan masih cuti. Sekarang sudah ada surat dari gubernur agar pemkot segera membebaskan tanah. Keinginan menteri itu Juni sudah dinegerikan Unsil,” jelasnya.

Meski demikian, pemkot harus tetap berhati-hati dalam melaksanakan proses pemebebasan tanah, agar tidak sampai menimbulkan masalah yang tidak diharapkan. Dalam proses pembebasan, nantinya ada tim appraisal yang ditunjuk untuk menentukan harga tanah. Tim itu, kata dia, adalah tim independen yang ditunjuk khusus untuk penentuan harga tanah. ”Itu yang tidak boleh dilanggar.

Karena itu sudah ada timnya khusus yang independen,” tuturnya. Presiden Mahasiswa Unsil Rijki Djaya Permana mengaku senang mendapat informasi tersebut. Karena, sebelumnya pihaknya bersama para alumni dan ketua BEM telah melakukan audiens tentang proses penegerian itu. Untuk itu mahasiswa akan terus mengawal setiap tahapan proses penegerian. ”Ini merupakan kabar yang membahagiakan bagi mahasiswa Unsil.

Penegerian sudah di depan mata, dan kita siap mengawal bagaimana proses-proses yang dilakukan pemkot nantinya,” paparnya. Termasuk, tambah dia, saat ini semua BEM Unsil melakukan komunikasi yang sangat intens dengan Forum Peduli Warga (Forliga) yang merupakan para pemilik lahan untuk penegerian di Kecamatan Tamansari. Hal itu dilakukan agar pada saat proses pembebasan lahan dilakukan tidak ada hambatan. ”Kami akan mengawal semua proses ini sampai selesai, agar lancar,” pungkasnya. (pee)