full screen background image

Anggota Brimob Ditikam

PONTIANAK – Brigadir Satu Warsito Nugroho, anggota Brigadir Mobil Polda Kalbar ditikam dua orang tak dikenal di Jalan Tanjungpura, Pontianak, Minggu (26/5) sore. Belum ketahui pasti apa motif dari penikaman tersebut. Kejadian ini berawal ketika Warsito sedang berteduh di salah satu toko yang tak jauh dari tempat karaoke di jalan tersebut.

Karena kondisi cuaca saat itu sedang diguyur hujan. Saat berteduh, laki-laki dari korps Brimob ini sedang memainkan telepon genggamnya. Sesekali ia juga menerima panggilan yang masuk ke telepon genggamnya itu. Tiba-tiba dua laki-laki mengendarai sepeda motor dari dalam gang menghampirinya.

Secara tiba-tiba pula, dua laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu menanyakan identitas korban. “Kamu banpol (informan) ya?” Kata Kapolresta Pontianak AKBP Hariyanta menirukan dialog pelaku dengan korban, kemarin. Mendengar pertanyaan dua orang tersebut, korban menyahut. “Bukan.” “Kamu anggota ya?” tanya pelaku lagi. Korban pun kembali menjawab, “Bukan.

” Secara paksa, dua orang tak dikenal itu meminta identitas korban. Namun korban menyerahkan kartu nomor pokok wajib pajak (NPWP). Melihat hal tersebut, kontan kedua orang ini pun tersinggung dan marah. “Pelaku memukul korban. Namun beruntung korban bisa menangkis. Tapi, satu dari dua orang pelaku tersebut membawa senjata tajam dan lagi-lagi korban bisa menangkisnya.

Korban mengalami luka bekas sabetan sajam di bagian telapak tangan,” kata Mantan Wakapolres Metro Bekasi ini. Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki motif pelaku penusukan itu. “Kami masih selidiki apa motifnya. Namun berdasarkan analisa kami, pelaku merasa paranoid, karena lokasi penusukan itu berdekatan dengan tempat pembunuhan yang belum lama kami ungkap. barang kali seperti itu,” katanya.

Disinggung soal keterkaitan pelaku dengan pelaku pembunuhan di komplek Flamboyan beberapa waktu lalu, Hariyanta mengatakan ada kemungkinan. “Semua ada kemungkinan. Entah dia berkaitan dengan peredaran narkoba atau tersangka pembunuhan, kalau kami lihat banyak kemungkinan. Namun kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” lanjutnya. Setelah peristiwa tersebut, korban dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Kalbar untuk perawatan medis.

“Korban menderita luka di bagian telapak tangannya, akibat menangkis pisau pelaku. Dia juga dirawat di RS Bhayangkara Polda Kalbar, tapi sekarang sudah lebih baik dan bisa menjalankan tugasnya kembali,” terangnya. Ditambahkan Hariyanta, hingga saat ini pihaknya masih melakukan perburuan terhadap pelaku. “Kami masih menyelidiki. Kemungkinan peristiwa itu juga terekam CCTV di salah satu toko tersebut. CCTV itu yang bisa membantu kami untuk mengungkap siapa pelaku penusukan ini,” pungkasnya. (arf)