full screen background image

3 Oknum BRI Gelapkan Emas Nasabah, diAncam BUI 10 Tahun

Polda Metro Jaya terus mendalami kasus penggelapan emas seberat 59 kg senilai Rp 30 miliar milik salah satu nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), berinisial RD oleh tiga pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) BRI Jakarta Selatan. Menurut Kepala Subdirektorat Harta dan Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Ricky Hasnul, ketiga tersangka dikenai pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

emas_batanganAncaman hukuman bagi tersangka adalah penjara maksimal 10 tahun. “Para tersangka dikenai pasal penggelapan dan Undang-Undang tentang Perbankan,” kata Ricky.

Berdasarkan keterangan penyidik, ketiga tersangka adalah Wakil Pimpinan Wilayah Bank Republik Indonesia Jakarta Selatan (Kanwil BRI Jaksel) RA, Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan AM, dan Kepala Bagian Administrasi Kredit RTA. AM dan RTA telah ditahan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sedangkan satu tersangka lainnya, RA, masih dirawat di rumah sakit karena sakit jantung.

Tersangka diduga menyalahi standar operasional prosedur, dimana mereka diduga menukarkan emas milik nasabah RD pada periode Juli – September 2012. Pimpinan Kanwil BRI Jakarta Selatan pun telah dimintai keterangan, terkait kasus tersebut, khususnya dalam prosedur pelayanan investasi emas dalam bentuk safety box tersebut. “Kami akan panggil Kepala Kanwil BRI Jakarta Selatan, namun pemeriksaan dari bawah dulu,” tegasnya.