full screen background image

Buku Pelajaran SD Yang Memuat unsur Porno Akhirnya ditarik

Buku paket Bahasa Indonesia Sekolah Dasar (SD) negeri yang diduga mengandung unsur vulgar pada salah satu cerpen, mulai ditarik. “Kami sudah meminta orang tua untuk mengembalikan buku tersebut ke agen buku yang ada di Jalan Paledang,” kata Wakil Kepala Sekolah SDN Polisi IV bagian Tata Usaha Sutisna.

Buku-Pelajaran-SD-bermuatan-Porno-Masih-Saja-Beredar23SDN Polisi IV, serta SDN Gunung Gede merupakan sekolah yang menjadi sasaran pendistribusian buku paket pelajaran Bahasa Indonesia yang dikerjakan oleh dua agen. Pada SDN Polisi IV tercatat baru 26 buku paket pelajaran yang dikembalikan melalui orang tua murid dari ttaol 170 lebih buku yang diterima siswa.

“Informasi yang saya dapat baru ada 26 orang tua murid yang membeli buku tersebut,” Sutisna menambahkan.

Total buku yang diduga memuat cerpen berbahasa vulgar ini, berdasarkan catatan CV Graphia Buana, telah tersebar sebanyak 5.000 buah. Namun usai kasus ini mencuat, perusahaan sudah menginstruksikan adanya penarikan.

“Perusahaan sudah menarik semua buku, kita juga menghimbau agar buku dikembalikan ke kios dan akan diganti uangnya,” kata salah satu staf CV Graphia Buana, Andi.

Kantor CV Graphia Buana di Jalan Tumegung Wiradireja, Cimahpar, Kota Bogor, saat disambagi kemarin terlihat sepi. Aktivitas di dalamnya tidak tinggi. Beberapa karyawan enggan berkomentar, namun di dinding salah satu bagian kantor ditempelkan kertas bertuliskan, ‘Kalau media ingin konfirmasi tentang buku dapat menghubungi Humas CV Graphia Buana, Bpk Dede Syamsul Anwar di nomor 081210446007.’ (CJ/Antara/Foto: Ilustrasi)